Internetworking and Review blogs

 I.          PENDAHULUAN

I.1        LATAR BELAKANG

Perbankan merupakan lembaga keuangan yang bergerak dalam mengelola jasa manajemen keuangan masyarakat. Kecepatan, kemudahan, dan keamanan merupakan salah satu bentuk layanan yang harus mampu diberikan oleh lembaga perbankan kepada para nasabahnya. Manajemen sistem informasi dan penerapan teknologi yang canggih dan memadai sangat diperlukan agar mampu memberikan layanan yang sesuai dengan harapan dan keinginan para nasabahnya serta agar mampu tetap bersaing dengan lembaga keuangan atau bank yang lainnya.

Danamon sebagai salah satu institusi finansial yang terbesar di Indonesia. Didukung oleh lebih dari 50 tahun pengalaman, Danamon terus berupaya menjadi bank yang “Bisa mewujudkan setiap keinginan nasabah” sesuai dengan brand promise-nya. Pada Desember 2009 Danamon merupakan bank keenam terbesar di Indonesia dalam hal jumlah aset, keempat terbesar dalam jumlah kapitalisasi pasar serta memiliki jaringan cabang kedua terbesar, yaitu hampir 1.900 kantor cabang dan pusat pelayanan.

Sesuai dengan misinya, bank Danamon senantiasa berupaya meningkatkan kepuasan nasabah dalam melakukan transaksinya. Danamon telah mengembangkan Layanan perbankan elektronis untuk menunjang transaksi perbankan yang mudah, aman dan nyaman. Dengan demikian nasabah akan dapat melakukan transaksi perbankan kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Menyadari kebutuhan nasabah  yang sangat beragam, Bank Danamon menjawabnya dengan menyediakan berbagai produk dan layanan yang sesuai dan dapat menjawab kebutuhan nasabah  antara lain : consumer banking, kartu kredit, SME & commercial, trade finance, treasury product, cash management, rencana keuangan dan layanan E-Banking.

Dengan mengetahui latarbelakang, posisi bank Danamon dan berbagai produk dan layanan yang digunakan seperti yang disebutkan diatas maka kami tertarik untuk membahas sistem teknologi informasi yang digunakan di bank tersebut dalam menjalankan bisnisnya serta menjaga hubungan dengan pihak-pihak terkaitnya.

 

I.2        TUJUAN

Penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan penggunaan sistem informasi pada Bank Danamon dalam memenangkan persaingan antar perbankan di Indonesia.

II        DESKRIPSI PERUSAHAAN

Danamon didirikan pada tahun 1956 sebagai Bank Kopra Indonesia. Di tahun 1976 nama tersebut kemudian diubah menjadi PT Bank Danamon Indonesia. Di tahun 1988, Danamon menjadi bank devisa dan setahun kemudian mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta.

Sebagai akibat dari krisis keuangan Asia di tahun 1998, pengelolaan Danamon dialihkan di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai BTO (Bank Taken Over). Di tahun 1999, Pemerintah Indonesia melalui BPPN, melakukan rekapitalisasi sebesar Rp32,2 triliun dalam bentuk obligasi pemerintah. Sebagai bagian dari program restrukturisasi, di tahun yang sama PT Bank PDFCI, sebuah BTO yang lain, dilebur menjadi bagian dari Danamon. Kemudian di tahun 2000, delapan BTO lainnya (Bank Tiara, PT Bank Duta Tbk, PT Bank Rama Tbk, PT Bank Tamara Tbk, PT Bank Nusa Nasional Tbk, PT Bank Pos Nusantara, PT Jayabank International dan PT Bank Risjad Salim Internasional) dilebur ke dalam Danamon. Sebagai bagian dari paket merger tersebut, Danamon menerima program rekapitalisasinya yang kedua dari Pemerintah melalui injeksi modal sebesar Rp28,9 triliun. Sebagai surviving entity, Danamon bangkit menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.

Selanjutnya, Danamon terus melakukan upaya restrukturisasi yang mencakup aspek manajemen, karyawan, organisasi, sistem, dan identitas perusahaan. Upaya tersebut berhasil meletakkan landasan dan insfrastruktur yang baru guna mendukung pertumbuhan berdasarkan prinsip transparansi, tanggung jawab, integritas dan profesionalisme.

Di tahun 2003, Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd mengakuisisi Danamon, melalui konsorsium Fullerton Financial Holdings, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Temasek Holdings, dan Deutsche Bank AG yang merupakan pemegang saham pengendali. Setelah melakukan evaluasi menyeluruh di bawah manajemen yang baru, visi baru diluncurkan dan strategi baru dikembangkan dengan model bisnis spesifik untuk masing-masing segmen pasar. Sejalan dengan arahnya yang baru, pada tahun 2004 Danamon meluncurkan inisiatif Danamon Simpan Pinjam-nya, yang merupakan bisnis perbankan mikro, serta melakukan diversifikasi ke bidang kredit konsumer melalui akuisisi Adira Finance, salah satu perusahaan pembiayaan otomotif terbesar di Indonesia. Inisiatif tersebut diikuti dengan perluasan jaringan Danamon Simpan Pinjam di tahun 2005 serta akuisisi bisnis American Express di Indonesia di tahun 2006 yang menempatkan Danamon sebagai salah satu penerbit kartu terbesar di Indonesia.

Kini, Danamon merupakan salah satu institusi finansial yang terbesar di Indonesia. Didukung oleh lebih dari 50 tahun pengalaman, Danamon terus berupaya menjadi bank yang “Bisa mewujudkan setiap keinginan nasabah” sesuai dengan brand promise-nya. Per Desember 2009 Danamon merupakan bank keenam terbesar di Indonesia dalam hal jumlah aset, keempat terbesar dalam jumlah kapitalisasi pasar serta memiliki jaringan cabang kedua terbesar, yaitu hampir 1.900 kantor cabang dan pusat pelayanan.

III    LANDASAN TEORI

III.1 SISTEM INFORMASI

Sistem informasi merupakan suatu tatanan yang terorganisasi dalam pengaturan sumber daya yang ada yang meliputi pengumpulan data lalu mengolahnya sehingga bisa dengan mudah untuk dikonsumsi dan lebih mudah dalam hal penyebarannya.  Lebih jauh yang meliputi sumber daya meliputi: manusia, hardware, software, data dan jaringan yang terdapat di dalamnya (O’Brien, 2005)

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sistem informasi dan teknologi menjadi komponen yang sangat penting dalam keberhasilan suatu organisasi baik bergerak di bidang bisnis maupun non bisnis. Lebih jauh, saat ini sistem informasi berbasis internet yang penggunaannya yang semakin luas dan semakin canggih dalam hal kecepatan, ketepatan dan up to date informasi.

Tujuan dari penggunaan teknologi dan sistem informasi adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi segala sesuatunya termasuk proses bisnis, penentuan strategi bisnis, pengambilan keputusan, dan hal-hal yang bisa membantu percepatan tanpa meninggalkan keakuratan, sehingga bisa meningkatkan nilai jual perusahaan dan meningkatkan memenangkan persaingan di pasar.

Melihat dari perannya yang cukup vital didalam suatu organisasi, maka sistem informasi tidak bisa dianggap sebagai pendukung belaka, namun lebih dari itu.  Sudah semestinya sistem informasi bisa dijadikan patokan bagi perusahaan untuk maju dan meraih kesuksesan dengan cepat, tepat dan meraih keuntungan dengan cepat pula.

Untuk menjawab segala tantangan bisnis dan dalam mengahadapi globalisasi, system informasi menjadi solusi yang tepat bagi para eksekutif dan para mengambil keputusan dalam membantu proses pengembangan dan memajukan perusahaan. Dalam hal penembangan bisnis, seseorang dapat mendesain dan menganalisis suatu permasalahan suatu aplikasi system informasi berdasarkan kebutuhan yang ada.

Hal yang menjadi dasar dalam aplikasi system informasi adalah adanya etika yang mesti dijaga.  Etika yang menjadi dasar itu salah satunya adalah system yang dibangun berdasarkan prinsip tanggung jawab dan moral yang dijaga.  Dengan moral dan bertanggung jawab, sehingga informasi yang dibangun tidak melulu untuk kepentingan sesaat dan kepentingan yang memihak, namun untuk keberlangsungan dan kemaslahatan semua pihak.

Dari sisi karier, individu ataupun organisasi yang menguasai system informasi memungkinkan dengan mudah untuk memahami tentang permasalahan yang ada dan mencarikan solusi yang terbaik, tepat dan efisien sesuai peruntukannya.

III.2 INTERNET WORKING

Internetworking adalah merupakan suatu abstraksi yang kuat yang memperbolehkan pembahasan kompleksitas dari teknologi komunikasi beragam di bawahnya. Dengan menyembunyikan detail dari setiap perangkat keras jaringan dan menyediakan sua tu lingkungan komunikasi tingkat tinggi.  Tujuan utama dari Internetworking adalah interoperabilitas yang maksimun, yaitu memaksimalkan kemampuan program pada sistem komputer yang berbeda dan sistem jaringan yang berbeda untuk berkomunikasi secara handal dan efisien. Ini akan menunjang ketersediaaan informasi pada sistem komputer dan jaringan yang beragam, baik perangkat lunak, perangkat keras maupun model data dari informasi tersebut.

Internetworking muncul Internetworking dari keinginan para pemakai jaringan lokal untuk berkomunikasi dengan jaringan lokal lainnya atau barangkali dengan sebuah jaringan berjarak jauh. Sebuah organisasi / perusahaan dalam memenuhi kebutuhannya mungkin menggunakan jaringan yang berbeda dengan alasan sebagai berikut:

  1. Perkembangan dan tujuan yang berbeda dari tiap organisasi/perusahaan
  2. Jarak antar lokasi tiap bagian yang mungkin berjauhan
  3. Letak geografis (mis: ruang, bangunan) dari tiap organisasi/perusahaan

Jaringan yang terbentuk di dalam sistem terdistrinbusi dibangun dari berbagai macam media transmisi, termasuk kabel, transmisi fiber optis, maupun jaringan menggunakan sistem wireless; hardware yang didalamnya termasuk routers, switch, bridge, hub, repeater, dan network interface lainnya selain itu software yang termasuk di dalamnya protokol stack, pengatur komunikasi, dan driver. Seluruh fungsi dan performa dari sistem terdistribusi tergantung dari seluruh aspek yang ada pada ketiga unsur diatas. Kita harus menghubungkan antara fungsionalitas hardware dan software yang menyediakan fasilitas komunikasi untuk sistem terdistribusi, hal semacam ini disebut dengan communication subsystem. Komputer dan semua peripheral lain yang menggunakan jaringan untuk tujuan komunikasi disebut sebagai host. Sedangkankan istilah node digunakan untuk semua komputer dan switch yang termasuk ke dalam sebuah jaringan.

 

III.3 INTRANET, EXTRANET, INTERNET

Intranet, ekstranet, dan internet merupakan jaringan telekomunikasi yang memiliki peranan penting dan luas dalam mencapai tujuan strategis, manajemen, dan operasional perusahaan. Jaringan ini sebagai teknologi sistem terbuka yang menggunakan jaringan internet sebagai teknologi dasarnya.

Sistem terbuka adalah sistem informasi yang menggunakan standar umum untuk hardware, software, aplikasi dan jaringan seperti internet, ekstranet, dan intranet. Sistem jaringan ini memberikan konektivitas yang lebih besar yakni kemampuan komputer jaringan dan alat lainnya untuk dapat dengan mudah mengakses dan saling berkomunikasi serta berbagi informasi. Sehingga internet, ekstranet, dan intranet mampu menciptakan lingkungan komputasi yang terbuka untuk diakses dengan mudah oleh pemakai akhir dan sistem komputer akhir berjaringan.

III.3.1.1                  INTRANET

Intranet merupakan jaringan telekomunikasi di dalam perusahaan. Jaringan intranet dapat diakses melalui intranet pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis dengan melalui hubungan jaringan ekstranet.

Menurut O’Brien (2005) Intranet adalah  jaringan di dalam organisasi yang menggunakan teknologi internet (seperti server dan browser web, protocol jaringan TCP/IP, database dan publikasi dokumen hypermedia HTML, dan lain-lain) untuk menyediakan lingkungan yang mirip dengan internet di dalam perusahaan, yang digunakan untuk memungkinkan saling berbagi informasi, komunikasi, kerjasama, dan dukungan bagi proses bisnis.

Dalam penggunaan intranet, perusahaan akan melindungi hal-hal kritis dengan ukuran keamanan tertentu agar tidak mudah diakses oleh pihak lain. Ukruan keamanan yang bisa digunakan seperti password, enkripsi, dan firewall sehingga hanya dapat diakses melalui internet oleh pemakai yang memiliki otoritas.

III.3.1.2                  NILAI BISNIS INTRANET

Hampir semua perusahaan atau organisasi mengimplementasikan intranet. Untuk dapat mengaplikasikannya, perusahaan perlu menyediakan sebuah sistem yang dapat menjalankan jaringan ini.

Menurut O’Brien (2005) menjelaskan bahwa salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam mengatur aplikasi intranet adalah dengan mengelompokkannya secara konseptual ke dalam beberapa kategori layanan pemakai yang menunjukkan layanan dasar yang ditawarkan oleh intranet ke para penggunanya. Layanan dasar tersebut disediakan oleh sistem yang merupakan bagian dari lingkungan software intranet perusahaan seperti portal intranet, browser, dan software server, serta groupware, software aplikasi lainnya.

Portal intranet sebagai salah satu software yang berfungsi mengelompokkan aplikasi intranet ke dalam kategori layanan yang ditawarkan perusahaan. Banyak keuntungan yang didapatkan perusahaan dari pemakaian intranet melalui portal intranet ini.

Menurut O’Brien (2005) menjelaskan bahwa intranet menyediakan portal informasi perusahaan yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas organisasi seperti dalam komunikasi dan kolaborasi, publikasi Web, manajemen dan oeprasional bisnis, dan manajemen portal intranet, seperti terlihat dalam Gambar 1.

 

  1. Komunikasi dan Kolaborasi

 

Dengan menggunakan intranet, perusahaan dapat secara signifikan memperbaiki komunikasi dan kolaborasi di dalam organisasinya melalui berbagai aplikasi yang intranet sediakan. Misalnya, kita dapat menggunakan browser intranet dari tempat kerja untuk mengirim atau menerima e-mail, voicemail, penyeranta, dan faks untuk berkomunikasi dengan orang lain di dalam satu organisasi, dan dengan pihak luar melalui internet dan ekstranet. Dan kita dapat menggunakan layanan seperti kelompok diskusi, ruang bincang, konferensi dan video dengan memanfaatkan fitur groupware intranet untuk memperbaiki kerjasama proyek dan tim.

  1. Publikasi Web

Penggunaan akses server World Wide Web telah bergeser ke intranet korporat. Beberapa alasan utama dari perkembangan yang pesat dalam penggunaan intranet adalah kemudahan, kemenarikan, dan murahnya biaya publikasi dan akses informasi bisnis multimedia melalui situs Web intranet.

Melalui Web intranet kita dapat mempublikasikan berbagai produk informasi seperti newsletter, gambar teknis, dan catalog produk ke dalam halaman Web hipermedia, e-mail, dan sistem jaringan. Browser software intranet, server, dan mesin pencari dapat membantu kita untuk bernavigasi dan mencari informasi bisnis yang dibutuhkan.

Pada bagian ini dapat disimpulkan bahwa intranet membuat informasi hipermedia tersedia pada server Web, atau mengirimnya ke para pemakai melalui siaran jaringan.

  1. Manajemen dan Operasional Bisnis

Dalam hal manajemen dan operasional bisnis, intranet digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan dan menyebarkan aplikasi bisnis yang penting guna mendukung operasional bisnis dan pengambilan keputusan manajerial di perusahaan yang terhubung dengan internet. Intranet dapat dikembangkan untuk beberapa hal seperti pemrosesan pesanan, pengendalian persediaan, manajemen penjualan, dan portal informasi perusahaan yang dapat diimplementasikan di intranet, ekstranet, dan internet.

Terdapat beberapa aplikasi yang sengaja dirancang untuk berhubungan dan mengakses system atau database perusahaan yang sudah ada. Software yang dirancang untuk bisnis itu kemudian diinstal di server Web intranet. Dengan begitu, para karyawan di perusahaan, atau mitra bisnis eksternal dapat mengakses dan menjalankan aplikasi bisnis tersebut dengan menggunakan browser Web kapanpun dan dimanapun selama masih di jaringan.

 

Tulisan lengkapnya : Internetworking-Bank-Danamon-and-Review-blogs
Download tulisan lengkapnya Internetworking Bank Danamon and Review blogs

 

Penerapan eBusiness di Indonesia

PENERAPAN E-BUSINESS DI INDONESIA

  1. I.     PENDAHULUAN
  1. A.  Definisi e-Business

Fenomena e-Business tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis di negara-negara maju maupun berkembang. Konsep baru yang berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru ini dianggap sebagai kunci sukses perusahaan-perusahaan di era informasi dan di masa-masa mendatang.

Sekarang banyak eksekutif bisnis melihat teknologi informasi sebagai pemberi kesempatan untuk E-Commerce, dan untuk mengatur fungsional silang dan interorganisasi proses E-Business dari unit bisnis mereka. Internet, intranet, extranet, dan web merupakan interconnecting individual, tim, unit bisnis, dan partner bisnis dalam hubungan bisnis tertutup yang mempromosikan komunikasi, kolaborasi, dan pembuat keputusan yang diperlukan dalam pasar global.

Menurut O’Brien (2005) menjelaskan bahwa e-business adalah penggunaan internet dan jaringan serta teknologi informasi lainnya untuk mendukung e-commerce, komunikasi dan kerjasama perusahaan, dan berbagai proses yang dijalankan melalui web, baik dalam jaringan perusahaan maupun dalam para pelanggan serta mitra bisnisnya.

Lebih lanjut O’Brien menjelaskan bahwa saat ini banyak perusahaan yang telah berpindah dari system warisan berbasis mainframe ke aplikasi klien/server lintas fungsi dengan melibatkan pemasangan software enterprise resource planning, supply chain management, atau customer relationship management dari SAP America, PeopleSoft, Oracle, dan perusahaan-perusahaan lain.

Sementara menurut Mohan Sawhney mendefinisikan e-Business sebagai : “The use of electronic networks and associated technologies to enable, improve, enhance, transform, or invent a business process or business system to create superior value for current or potential customers”. Secara prinsip definisi tersebut jelas memperlihatkan bagaimana teknologi elektronik dan digital berfungsi sebagai medium tercapainya proses dan sistem bisnis (pertukaran barang atau jasa) yang jauh lebih baik dibandingkan dengan cara-cara konvensional, terutama dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang berkepentingan atau stakeholder.

 

  1. B.  Ruang Lingkup e-Business

Untuk dapat menangkap dimensi ruang lingkup pengertian e-Business, cara yang kerap dipakai adalah dengan menggunakan prinsip 4W (What, Who, Where, dan Why).

a) Dimensi WHAT

Banyak orang mempertukarkan istilah e-Business dengan e-Commerce. Secara prinsip, pengertian e-Business jauh lebih luas dibandingkan dengan e-Commerce; bahkan secara filosofis, e-Commerce merupakan bagian dari e-Business. Jika e-Commerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, e-Business memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya.

Adanya internet telah memungkinkan perusahaan untuk menjalin komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar entiti (pelanggan, mitra, pesaing, pemerintah, dsb.) yang ada di dunia maya; karena sifat komunikasi tersebut merupakan bagian dari sebuah sistem bisnis, maka dapat dimengerti luasnya pengertian dari e-Business.

b) Dimensi WHO

Siapa saja yang terlibat di dalam eBusiness? Seperti yang tersirat dalam definisinya, semua pihak atau entiti yang melakukan interaksi dalam sebuah sistem bisnis atau serangkaian proses bisnis (business process) merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup eBusiness. Paling tidak ada tujuh (A sampai G) klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe eCommerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya); atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import; atau D-to-D yang menghubungkan antara dua peralatan canggih teknologi informasi seperti antara PDA dengan Handphone; atau B-to-F yang menghubungkan sebuah perusahaan penjual barang- barang kebutuhan rumah tangga dengan berbagai keluarga; dan lain sebagainya.

c) Dimensi WHERE

Tidak sedikit awam yang mempertanyakan dimana sebenarnya kegiatan bisnis dapat dilakukan dalam eBusiness. Jawabannya sangat singkat dan mudah, yaitu dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan yang bersangkutan, maka di dalam eBusiness, interaksi dapat dilakukan melalui berbagai kanal akses. Di rumah, seorang Ibu dapat menggunakan telepon atau webTV untuk berkomunikasi dengan perusahaan penjual produk atau jasa; di kantor, seorang karyawan dapat menggunakan perlengkapan komputer atau fax; di mobil, seorang mahasiswa dapat menggunakan handphone atau PDA-nya; di lokasi keramaian seperti mall, toko-toko, atau pasar, masyarakat dapat memanfaatkan ATM, Warnet, atau Kios-Kios Telekomunikasi (Wartel) untuk melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, istilah dimana saja untuk melakukan hubungan dengan siapa saja bukanlah sekedar semboyan yang muluk, tetapi telah menjadi kenyataan di dalam implementasi eBusiness.

d) Dimensi WHY

Pertanyaan terakhir yang kerap menghantui para pelaku bisnis tradisional adalah mengapa para praktisi bisnis di seluruh dunia sepakat untuk mengimplementasikan eBusiness sesegera mungkin sebagai model bisnis di masa mendatang. Penerapan konsep eBusiness secara efektif tidak saja menguntungkan perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat (cost cutting), tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan untuk meningkatkan level pendapatannya (revenue generation) secara langsung maupun tidak langsung. Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat. Disamping itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan transformasi bisnis (perubahan bisnis inti) setelah melihat besarnya peluang bisnis baru di dalam menerapkan konsep e-Business.

Yang tidak kalah menariknya adalah, bahwa dengan menerapkan konsep jejaring (internetworking), sebuah perusahaan berskala kecil dan menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan raksasa untuk menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan. Dan tidak jarang pula teradapat sebuah perusahaan berskala kecil (dilihat dari jumlah karyawannya) yang pendapatannya dapat melebihi perusahaan menengah maupun besar karena strategi efektif mereka dalam menerapkan eBusiness.

Secara “tidak terduga”, jaringan internet yang tadinya hanya diperuntukkan bagi lembaga- lembaga penelitian semacam perguruan tinggi ternyata berkembang dan meluas penggunaannya di kalangan bisnis dan masyarakat. Akibatnya adalah terhubungkannya beratus-ratus juta manusia (dan terus bertambah) ke dalam sebuah arena jaringan yang sering dinamakan sebagai dunia maya (virtual world) tersebut. Dikatakan sebagai dunia maya karena arena ini tidak dapat dijamah atau diraih secara fisik karena terbentuk dari koneksi hubungan digital antar berbagai teknologi informasi (komputer dan telekomuniasi). Disamping itu, dunia maya tidak memiliki batas-batas geografis (borderless) seperti halnya planet bumi yang terbagi atas beberapa negara.

 

Tulisan selengkapnya dapat dibaca Penerapan-eBbusiness